Kalah dari Genoa Akibat Performa Skuat Inter Milan Merosot Drastis

Tren sebagai tim tidak terkalahkan bagi Inter Milan harus berhenti di Genoa. Karena skuat ini harus mengakui kehebatan lawannya kala itu, Genoa. Pertandingan itu digelar pada Sabtu, 17 Februari 2018 di Stadio Comunale Luigi Ferraris. Pada kompetisi Serie A itu, Inter harus pasrah dengan hasil gol 2-0.

Aksi Bunuh Diri Perburuk Kekalahan Inter Milan

Sebelumnya I Nerazzurri sudah tampil di enam pertandingan di ajang Serie A. Tim ini tidak terkalahkan, karena berhasil menang sekali, dan lima laga berakhir dengan hasil imbang. Karena kekalahan yang dideritanya ini, menjadikan Inter harus puas tidak beranjak dari papan klasemen sementara. Skuat ini masih duduk di posisi empat di klasemen.

Inter sudah bertanding sebanyak 25 laga, dan sukses memperoleh 48 poin. Nah, Genoa yang mampu mengalahkannya, masih menempati osisi ke 12. Dengan perolehan nilai baru 30 poin. Sehingga kekalahan ini terasa sangat menyakitkan oleh Inter.

Perlawanan berlangsung sangat sengit, saat Inter harus menjalani laga tandang itu. Saat laga baru berlangsung sembilan menit, gawang Inter nyaris dibobol oleh pemain Genoa. Untunglah Samir Handanovic sangat cekatan, sehingga mampu menghalau sepakan tajam Goran Pandev.
Setelah itu, semua skuat berlomba untuk menjeblos gawang lawannya. Sayang, punggawa Inter seakan sulit mencetak gol. Justru Andrea Ranocchia membuat blunder dengan aksi gol bunuh diri. Insiden itu terjadi tepat di menit ke 45. Secara otomatis, tim Inter pun harus tertinggal dengan lawan, yang sudah beruntung mendapatkan gol.

Kenapa gol bunuh diri itu bisa terjadi? Skriniar mencoba menghalau bola. Sayangnya bola itu membentur kaki dari Ranocchia. Ternyata arah bola tidak disangka justru melesat menerjang gawang Genoa. Pasukan Nerrazzuri pun terpaksa harus merelakan gol itu untuk Genoa. Setelah tertinggal satu gol, punggawa Inter mencoba bermain lebih agresif.

Setelah babak kedua dimulai, punggawa I Nerrazzuri mencoba membalas kekalahan di babak pertama. Intensitas serangan lebih ditingkatkan, dengan harapan bisa mencetak gol balasan. Tetapi harapan itu justru terbalik. Bukannya Inter yang menciptakan gol, tapi malah sebaliknya. Tepat di menit ke 59, pemain Genoa berhasil menggandakan golnya.

Gol itu tercipta dari umpan yang dilayangkan oleh Diego. Kemudian Pandev menggunakan momentum itu dengan sangat manis. Sepakan kaki kirinya ternyata mampu menerjang gawang skuat Inter. Setelah itu perlawanan demi perlawanan yang dilancarkan Inter, seakan tidak berarti. Karena tidak bisa membuahkan gol, hingga peluit panjang ditiupkan oleh sang wasit.

Alasan Icardi dan Perisic Tak Dimainkan

Luciano Spalletti sudah melakukan evaluasi terhadap Ivan Perisic dan Mauro Icardi. Hal itu karena performa mereka merosot secara drastis. Sepanjang 11 laga, Icardi hanya bisa cetak tiga gol. Sedangkan Perisic malah tidak menghasilkan apa pun, baik assist ataupun gol.

Kinerja yang makin tidak memuaskan itu, membuat sang pelatih enggan menerjunkannya saat Inter melawan Genoa. Lagipula ada pemain pelapis, yang dapat diandalkan untuk mengganti peran kedua pemain andalan itu.

Ketika menghadapi Bologna, Inter bisa menang karena gol yang disarangkan oleh Karamoh dan Ender. Padahal kedua pemain itu dikabarkan akan hengkang dari Inter. Bagi pelatih, timnya sudah siap guna menghadapi berbagai situasi buruk sekalipun.

Inter memang baru saja merekrut pemain baru. Pemain yang dimaksud adalah Rafinha yang diboyongnya dari Barcelona. Tapi sayang pemain kebangsaan Brasil itu belum terlihat menggembirakan prestasinya. Pemain ini belum bisa berlaga dalam 90 menit penuh.

Selama ini Rafinha memang sudah melatih diri di sepanjang pekan. Tujuannya agar bisa mendapatkan waktu bermain yang lebih lama. Saat dirinya di lapangan hijau, sang pelatih sangat berharap kalau Rafinha bisa mengisi kekurangan yang dihadapi oleh skuat Inter