Leonardo Bonucci Mendukung Tim Muda Italia Usai Kegagalan Lolos Ke Piala Dunia 2018

Tahun 2018 ini dapat dikatakan sebagai tahun kemunduran sepakbola Italia. Kegagalan lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2018 tentu sangat menyakitkan bagi negara yang telah memenangkan turnamen tersebut sebanyak 4 kali dan mencapai final sebanyak 6 kali. Kegagalan di babak play-off setelah dikalahkan Swedia membuat Italia gagal berangkat ke Rusia. Sama seperti yang dilakukan oleh Belanda yang juga gagal lolos ke Rusia; membangun tim baru dengan pemain – pemain muda kini menjadi target sepakbola Italia. Laga uji coba di bulan Maret ini disebut Leonardo Bonucci sebagai bagian dari mematangkan tim baru dengan banyak pemain muda tersebut.

 

Kegagalan Di Kualifikasi Piala Dunia Menjadi Titik Balik Sepakbola Italia

Tim nasional Italia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 setelah hanya menempati peringkat kedua grup dan kalah di babak play-off. Kegagalan tersebut merupakan yang pertama sejak tahun 1958 lalu. Membangun tim baru dan menemukan karakter sepakbola Italia yang lebih kuat kini menjadi target sebelum babak kualifikasi Piala Eropa 2020 dimulai. Manajer sementara Luigi Di Biagio telah memulai proses tersebut dengan memperkenalkan beberapa pemain muda di tim nasional Italia untuk menjalani 2 pertandingan uji coba di bulan Maret ini. Lorenzo Pellegrini menjadi salah satu pemain muda yang berada dalam skuad ketika Italia dikalahkan Argentina dengan skor 2 – 0 pada akhir pekan lalu.

 

Hasil lebih baik jelas diharapkan oleh publik Italia pada pertandingan uji coba melawan Inggris yang akan berlangsung di Stadion Wembley. Menjelang pertandingan tersebut; Pellegrini mengaku sangat ingin meraih kemenangan saat melihat tim dari negara lain menang. Laga uji coba melawan Inggris yang sukses lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 kemungkinan akan mempertemukan 2 tim dengan banyak pemain muda. Pada satu sisi; Bonucci yang kemungkinan besar akan mengenakan ban kapten di pertandingan tersebut menyebut timnya kalah dalam pengalaman jika dibandingkan dengan Inggris. Para pemain muda Inggris memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan para pemain muda Italia. Bahkan untuk sesama pemain yang lahir antara tahun 1993 hingga 1997. Ada banyak pemain muda Italia yang minim pengalaman pertandingan internasional yang mungkin memang disebabkan lambatnya regenerasi.

 

Laga Uji Coba Menjadi Media Mematangkan Pemain Muda Italia

Seorang Leonardo Bonucci secara khusus menyebut para pemain muda Italia butuh lebih banyak kesempatan bermain di pertandingan internasional sekaligus pertandingan antar klub Eropa untuk menambah pengalaman. Mantan pemain belakang Juventus tersebut menyebut hanya ada 2 hingga 3 klub di Serie A Italia yang berlaga di kompetisi antar klub tingkatan tertinggi Eropa. Berbeda dengan Inggris yang mampu meloloskan hingga 5 tim di babak gugur Liga Champions Eropa musim ini. Kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2018 pantas dijadikan evaluasi sepakbola Italia untuk masa mendatang.

 

Bonucci yang baru merasakan 1 kali bermain di putarang final Piala Dunia menyebut proses membangun tim baru dengan pencarian jati diri demi sepakbola Italia yang lebih baik akan membutuhkan proses yang tidak sebentar. Bek tengah 30 tahun tersebut hanya dimainkan 1 kali di Piala Dunia 2014 dan menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan pada Piala Dunia 2010. Ia menyebut kesabaran akan sangat dibutuhkan; terutama untuk mematangkan para pemain muda. Kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2018 mungkin tidak akan terlau dirasakan para pemain muda seperti Gianluigi Donnarumma yang kini masih berusia 19 tahun. Para pemain muda masih memiliki banyak kesempatan di masa mendatang jika sepakbola Italia sanggup bangkit dan kembali menjadi tim yang disegani.